Wednesday, July 05, 2006

Maaf

Ada lelucon, bahwa orang suku Jawa itu orang yang super sabar. Suatu hari Joko, suku Jawa, sedang berdiri di dalam bis yang mengantarnya ke tempat kerja. Seorang penumpang lain yang juga sedang berdiri di sampingnya, tak sengaja berdiri menginjak kaki Joko. Awalnya Joko berusaha bertahan berharap orang tersebut bergeser. Tapi setelah beberapa saat orang tersebut tidak bergeser dan kakinya makin sakit. Dengan menahan sakit, Joko masih berusaha tersenyum dan berkata pada orang yang menginjak kakinya dengan sangat sopan, “Mas…maaf Mas, kaki saya keinjek (terinjak-red).” Sesudah orang tersebut bergeser, Joko masih berucap,”Terima kasih, Mas.” Berlebihankah kesabaran Joko? Jika Anda di posisi Joko, apa yang akan Anda lakukan?

Dalam pendidikan modern kita diajarkan untuk bersikap terbuka, mengungkapkan apa perasaan kita, berani memperjuangkan hak kita, dan yang bersalah harus meminta maaf. Dalam kenyataan hidup sehari-hari kita melihat banyak orang yang menyimpan perasaan, punya hak tetapi mengalah, dan orang yang meminta maaf tidak sebanyak orang yang bersalah. Apakah hal-hal semacam ini harus kita ubah dengan mengungkapkan perasaan tidak senang kita secara terbuka, menuntut hak kita, serta menuntut orang meminta maaf apabila bersalah?

Bayangkan apabila suatu pagi Anda bersiap ke kantor, sebelum berangkat istri atau suami Anda menyampaikan bahwa ia tidak suka kelakuan Anda pagi ini karena meletakkan pakaian bekas pakai Anda sembarangan di kamar mandi, dan menuntut Anda minta maaf. Apa perasaan Anda? Dalam perjalanan ke kantor, tak sengaja mobil Anda berpindah dan memakan jalur mobil orang lain. Mobil tersebut menuntut haknya dengan membunyikan klakson panjang dan bertubi-tubi kepada Anda. Apa perasaan Anda? Sesampai di kantor, baru saja Anda duduk, datang bawahan Anda ingin berbicara terbuka pada Anda. Ia menyampaikan bahwa ia merasa tidak suka karena dalam rapat kemarin Anda menunjuk dengan jari ke wajahnya. Ia meminta Anda untuk tidak mengulanginya lagi, dan secara tidak langsung ia menuntut Anda meminta maaf. Apa perasaan Anda? Ketika Anda ingin ke ruang meeting, tiba-tiba ada telpon penting, sehingga Anda tiba di ruang rapat terlambat 2 menit. Begitu selesai rapat, kolega Anda yang memimpin rapat mendatangi Anda, berkata dengan terus terang bahwa ia tidak suka keterlambatan Anda, dan Anda mau tak mau meminta maaf. Apa perasaan Anda? Capek? Bagaimana bila setiap hari Anda mengalami hal seperti ini? Tidakkah Anda akan meledak, dan balas menuntut orang-orang tersebut dengan membacakan ‘dosa-dosa’ mereka terhadap Anda? Apa yang akan terjadi bila demikian? Haruskan hidup kita dipenuhi dengan tuntutan minta maaf, baik terhadap diri kita maupun terhadap orang lain?

Permintaan maaf adalah suatu ungkapan simpati seseorang atas kesalahan yang dibuatnya terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak disengaja. Permintaan maaf yang sejati adalah apabila terbit dari lubuk hati yang dalam bukan hanya di mulut. Suatu uluran emosi terhadap orang yang dimintai maafnya bahwa ia mengasihinya. Sebaliknya, orang yang dimintai maaf secara tulus, akan merasakan aliran simpati yang membuat nyaman, yang menghibur. Proses maaf yang sejati dan tulus, pada akhirnya akan lebih mengeratkan hubungan emosi kedua orang tersebut secara positif.
Apa yang terjadi apabila seseorang dituntut untuk meminta maaf? Akankah permintaan maaf yang terucap berasal dari lubuk hati yang dalam? Kalau kita mau jujur mengakui, bagaimana pun juga kritik yang diungkapkan orang terhadap kita akan terasa tidak enak, apalagi disertai tuntutan minta maaf. Permintaan maaf yang timbul akan lebih dikarenakan oleh memenuhi tuntutan, bukan dengan rela hati dan karena simpati. Bagi orang yang menuntut permintaan maaf, bukan aliran simpati yang akan dirasakan, tetapi lebih pada perasaan puas diri karena kemenangan terhadap tuntutannya. Proses maaf yang salah ini, pada akhirnya malah berpengaruh negatif terhadap hubungan emosi kedua orang tersebut.

Manakah yang kita ingin peroleh dalam kehidupan kita? Maaf yang sejati atau maaf yang karena tuntutan? Bagaimana memperoleh maaf yang sejati? Maaf yang sejati timbul dari kesadaran diri orang yang meminta maaf. Oleh karena itu tidak perlu kita menuntut orang lain meminta maaf atau mengaku salah. Jika kita memfokuskan diri pada kesalahan-kesalahan orang lain yang diperbuat terhadap kita, maka hidup kita akan terasa seperti ‘debt-collector’ yang menagih maaf dari setiap orang, karena pada hakekatnya tidak ada orang yang tidak berbuat salah, termasuk Anda sendiri. Maukah hidup Anda dipenuhi oleh saling tuntut meminta maaf? Tidak saja membuat stres, tetapi juga akhirnya hubungan Anda dengan semua orang menjadi tidak enak. Karena itu, jauhkan fokus Anda dari melihat kesalahan orang lain, perbesarlah toleransi Anda. Janganlah membuat perkara setiap kesalahan, apalagi kesalahan kecil. Janganlah Anda hancurkan hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda dengan rajin membacakan ‘dosa-dosa’ mereka terhadap Anda. Sebaliknya, apabila Anda pandai bertoleransi, serta dapat sensitif dan mau meminta maaf kepada orang lain dengan tulus, maka hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda akan semakin positif dan erat.

Hari cerah Anda dan hari suram Anda, kesuksesan dan kegagalan Anda, banyak dipengaruhi oleh hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar kita. Mari kita eratkan hubungan positif dengan orang-orang di sekitar kita dengan tidak mencari kesalahan dan kata maaf dari orang lain.

published at Media Kawasan Sunter, Kelapa Gading, Puri Indah, edisi Juli 2006

Intellectual Business Community

Rekan-rekan Yth,

Ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda renungkan sebelum membaca lebih lanjut:
1. Sadarkah kita bahwa banyak pelaku bisnis Indonesia bagaikan ‘katak dalam tempurung’ karena kurang wawasan sehingga tidak dapat berkompetisi dalam dunia bisnis yang mengalami globalisasi tak terhindarkan?
2. Apakah Anda mempunyai kebiasaan secara teratur meluangkan waktu untuk belajar untuk keberhasilan karir Anda?
3. Apakah Anda mempunyai sumber belajar yang berkualitas, terbaru, dan bertaraf internasional?
4. Seringkah Anda mempelajari pengalaman orang lain yang sudah terbukti sukses sehingga Anda bisa belajar juga dari pengalaman praktis orang lain?
5. Antara pengetahuan yang Anda pelajari dan pengalaman orang lain yang Anda pelajari, adakah sintesisnya, yaitu terlihat hubungan sebab akibatnya?
6. Apakah Anda berada dalam suatu network yang berkualitas yang Anda percaya dapat menunjang keberhasilan Anda? Cukup besarkah network Anda?
7. Mengertikah Anda tentang perubahan peta bisnis yang dihadirkan dengan adanya gerakan globalisasi dan free trade? Siapkah Anda menghadapinya?
8. Inginkah Anda berada dalam suatu kumpulan orang unggul yang saling mengasah dan menunjang keberhasilan satu sama lain sehingga Anda yakin Anda bukan bergaul dengan para ‘katak dalam tempurung’?

IBC merupakan wadah untuk para pelaku bisnis yang ingin selalu mengasah dirinya pada ide manajemen terunggul dan teruji, sehingga dapat memperluas wawasannya serta mendasarkan tindakan dan keputusannya pada alasan yang jelas. Sumber yang digunakan untuk ide-ide unggul tersebut adalah: 1. Harvard Business School publications, terutama Harvard Business Review. Kita semua mengenal bahwa Harvard adalah pusat ilmu bisnis terunggul di dunia. 2. Narasumber-narasumber praktisi bisnis senior di Indonesia, seperti Robby Djohan, Dr. Boenjamin Setiawan (founder dan chairman Kalbe Farma), Indra Abidin (founder dan chairman Fortune Indonesia) dan lainnya. 3. Sesama anggota IBC yang tentunya mempunyai pengalaman dan pengetahuan masing-masing.

IBC mempunyai Panel Kehormatan yang merupakan penasehat dan pengarah dari IBC, sekaligus menjadi narasumber kehormatan (tetapi narasumber tidak hanya terbatas dari anggota Panel Kehormatan), terdiri dari:
- Dr. Boenjamin Setiawan, PhD, pendiri sekaligus chairman Kalbe Farma sampai saat ini. Kalbe Farma saat ini adalah perusahaan farmasi ranking 1 di Indonesia
- Indra Abidin, pendiri sekaligus chairman Fortune Indonesia, marketing communication company Indonesia yang terkenal, satu-satunya marketing communication company yang public listed. Fortune group terdiri juga dari Fortune PR, Adwicipta, Travindo, dll.
- Robby Djohan, leader kawakan yang membuat Bank Niaga menjadi bank swasta no. 2 di Indonesia pada jaman kepemimpinannya, memimpin turnaround Garuda yang hampir bankrut, memimpin merger 4 bank besar pemerintah menjadi bank terbesar di Indonesia yaitu Bank Mandiri. Beliau menulis 2 buku tentang leadership, bukunya yang terbaru adalah: Leading in Crisis
- Hari Darmawan, pengusaha kawakan yang membuat Matahari Department Store menjadi department store no. 1 di Indonesia pada jamannya. Ketua Pengusaha Retail Indonesia.

more to come (in the process):
- Martha Tilaar, pendiri dan chairman Martha Tilaar Group, perusahaan kosmetik nasional nomor 1.
- Hasan Soedjono, lulusan Harvard University, yang memimpin Sempati menjadi airline swasta terunggul di jamannya. Sekarang Chairman President University
- Philip Purnama, lulusan Harvard University, President Direktur Bogasari dan juga memimpin beberapa perusahaan Salim lainnya.
- Gunadi Sindhuwinata, CEO PT Indomobil Group.
- dan praktisi kawakan lainnya, termasuk foreigners yang memimpin perusahaan di Indonesia seperti Carrefour, Allianz, Telkomsel, dll.

IBC didirikan dan dipimpin oleh Dr. Bayu Prawira Hie, MBA, seorang praktisi bisnis dan konsultan manajemen. Bayu juga berpengalaman sebagai dosen di berbagai program Magister Manajemen terbaik seperti MM-UI, MM-IPMI, MM-Binus, MM-UPH, dsb. Di samping itu Bayu juga dibantu oleh James Gwee, MBA, trainer dan seminar speaker favorit Indonesia. Serta turut membantu juga, Astrid Darmawan, MM.

Aktitifitas IBC ada 3 macam:
1. Menerbitkan buletin IBC yang berisi ringkasan artikel Harvard Business Review dalam bahasa Indonesia (dengan lisensi resmi), artikel penerapan untuk lingkungan bisnis Indonesia, dan artikel unggul lainnya. Setiap bulan terbit 2 kali dengan 2 artikel HBR, dalam bentuk file pdf (Adobe Acrobat). Dengan membaca buletin IBC, maka Anda dapat memperoleh pengertian yang baik pada saat artikel dibahas di IBC Talk, sehingga Anda dapat memperdalam ide tersebut dan bertanya lebih tajam.
2. Membahas artikel tersebut dalam program IBC Talk di SmartFM yang direlay ke 10 kota besar (Jakarta 95.9FM) setiap Jumat pagi pk. 08.05-09.00 menghadirkan narasumber-narasumber praktisi bisnis terkemuka
3. Diskusi artikel tersebut secara terpimpin di café dan resto di Jakarta (sementara hanya di Jakarta), durasi kurang lebih 3 jam, dengan jumlah peserta yang dibatasi sehingga dapat berdiskusi dengan baik dengan suasana menyenangkan tentang bagaimana penerapan ide-ide manajemen terbaru ke dalam kondisi kerja / bisnis masing-masing. Waktu pelaksanaan diskusi ini adalah Sabtu pagi-siang.

more to come:
4. Networking sessions
5. Special Interest Group Meetings
6. dan lainnya.

Kami mengajak rekan-rekan untuk bergabung ke dalam komunitas kami, dengan pilihan partisipasi dan kontribusi sebagai berikut:
1. mendapatkan buletin IBC selama 1 tahun, tanpa undangan diskusi tatap muka: Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah)
2. no. 1 berikut 3 buah undangan diskusi tatap muka, total paket senilai Rp. 4.000.000, saat ini dipromosikan hanya: Rp. 2.100.000
3. no. 1 berikut 6 buah undangan diskusi tatap muka, total paket senilai Rp. 7.000.000, saat ini dipromosikan hanya: Rp. 3.300.000
4. no. 1 berikut 12 buah undangan diskusi tatap muka, total paket senilai Rp. 13.000.000, saat ini dipromosikan hanya: Rp. 4.800.000

Manfaat yang Anda peroleh:
1. Bergabung dengan komunitas bisnis pilihan yang berkualitas ‘Harvard’
2. Mendapat akses ilmu manajemen Harvard yang sudah dipermudah untuk dicerna, diperdalam dengan pengalaman para narasumber, dan diskusi dengan sesama anggota, sehingga memelihara kebiasaan memperdalam intelektualitas Anda.
3. Mendapat network orang-orang pilihan. Kita semua tahu bahwa di dunia bisnis sekarang ini network merupakan modal utama keberhasilan kita.
4. Memperoleh kebiasaan beraktifitas meningkatkan intelektualitas dan memperluas wawasan, termasuk wawasan global dalam menghadapi globalisasi.
5. Siap menjadi pemimpin-pemimpin besar dunia bisnis di masa mendatang.

Apabila Anda berminat, silakan pilih nomor paket partisipasi dan kontribusi yang Anda inginkan, kami akan menjelaskan lebih detail paket tersebut sebelum Anda membayar.

Be Intellectual!

Jakarta, 05 Juli 2006
Intellectual Business Community

Program IBC Talk di SmartFM berikutnya:

Day/Date/Time : Friday, 07 July 2006, 08.05-09.00am
Discussion Topic : “Five Messages Leaders Must Manage”
Honorary Contributor : Mr. Indra Abidin, Founder of Fortune Indonesia

Day/Date/Time : Friday, 14 July 2006, 08.05-09.00am
Discussion Topic : “Mapping Your Innovation Strategy”
Honorary Contributor : Dr. Boenjamin Setiawan, PhD, Founder of Kalbe Farma

Monday, July 03, 2006

Emotional Bank Account

Suatu hari seorang sekretaris mengajukan surat berhenti dari pekerjaannya. Pada saat exit interview, ia ditanya manager SDM,“Mengapa Anda berhenti? Apakah mendapatkan penawaran yang lebih baik di tempat lain?“ “Tidak Pak“, jawab sang sekretaris. “Lalu kenapa?” desak sang manager SDM, “ceritakan saja, siapa tahu ada solusi yang lebih baik daripada berhenti.” Sang sekretaris diam sejenak, kemudian matanya mulai memerah, sambil mengembang air mata, ia seperti memandang jauh mengingat sesuatu. “Saya tidak tahan lagi, Pak..”katanya sambil terisak, sesaat kemudian meluncurlah ceritanya betapa hatinya terluka atas kata-kata atasannya selama ini. Yang menakjubkan, ia bahkan ingat bahwa di hari pertama kerjanya 1 tahun yang lalu, atasannya sudah melukai hatinya dengan kata-kata yang ia ingat persis sampai hari ini. Dan kemarin, ia kembali terluka dengan kata-kata atasannya sehingga ia mengambil keputusan untuk berhenti. Ketika hal ini disampaikan oleh sang manager SDM, sang atasan terbengong-bengong, ia tidak sadar bahwa kata-katanya selama ini menyakitkan hati sekretarisnya, bahkan kata-katanya di hari pertama yang ia sendiri sudah lupa bisa diingat persis oleh sekretarisnya.

Pernahkan Anda mengalami hal tersebut? Banyak orang yang mengalami hal seperti yang dialami sang sekretaris –sakit hati yang bertumpuk pada seseorang-, dan banyak pula yang mengalami hal seperti sang atasan –tidak sadar menyakiti hati orang lain-. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Rekening Tabungan atau Rekening Pinjaman?
Sadarkah Anda, bahwa pada saat kita pertama kali bertemu dengan seseorang, secara otomatis kita membuka suatu ‘rekening bank emosi’ (RBE) untuk orang tersebut di dalam pikiran kita. Apabila orang tersebut menyenangkan Anda, maka di rekening yang Anda buka untuk dia, akan terisi nilai saldo positif. Di lain kesempatan Anda bertemu dengan orang tersebut, secara tidak sadar Anda ‘melihat’ rekening orang tersebut, dan akan merasa senang bertemu dengan orang yang punya rekening saldo positif tersebut. Kalau sebelumnya orang tersebut menghubungi Anda untuk janji bertemu, Anda akan dengan senang hati dan bersemangat berusaha menemuinya. Sebaliknya apabila saat pertama kali bertemu orang tersebut membuat Anda sebal, maka orang tersebut mengisi rekeningnya dengan nilai saldo negatif di pikiran Anda. Maka pada saat lain Anda bertemu dengan orang tersebut, secara tidak sadar Anda berusaha menghindar. Anda juga otomatis berusaha sedapat mungkin tidak membuat janji bertemu dengannya. Mirip seperti rekening bank sesungguhnya, transaksi pertama seseorang menentukan apakah rekening tersebut tercatat sebagai rekening tabungan (saldo positif) atau rekening pinjaman (saldo negatif). Walaupun rekening tabungan bisa nantinya berubah menjadi rekening pinjaman, atau sebaliknya, tetapi seringkali yang teringat adalah status pertama rekening dibuka. Jadi kesan pada pertemuan pertama bisa menjadi kesan yang selalu teringat. Berusahalah membuat rekening saldo positif pada pertemuan pertama dengan menyenangkan hati orang tersebut.

Pengisian Saldo Selanjutnya
Interaksi orang tersebut dengan Anda selanjutnya juga bisa menambah saldo positif atau saldo negatif orang tersebut di RBE Anda. Seorang yang awalnya menyenangkan (saldo positif), tetapi pada pertemuan selanjutnya membuat Anda sebal, akan menambahkan saldo negatif di RBE Anda. Apabila kelakuannya pada pertemuan kedua tersebut sedemikian mengesalkan Anda, maka saldo awal positif yang ia punyai bisa langsung menjadi saldo negatif. Tetapi apabila kelakuannya tidak begitu mengesalkan, dan pada pertemuan pertama ia cukup membuat Anda senang, mungkin saldo akhirnya masih tetap positif tetapi berkurang dari saldo awalnya.
Masalahnya, seseorang yang pertama kali membuka saldo negatif di RBE orang lain, mungkin tidak mempunyai kesempatan menambah saldo positif, karena biasanya orang lain menjadi menghindar untuk berinteraksi selanjutnya dengannya.
Makin banyak interaksi yang dilakukan, maka makin banyak transaksi yang tercatat secara tidak sadar di RBE orang lain terhadapnya. Tidak ada orang yang selalu menyenangkan tanpa cacat, tetapi yang perlu kita usahakan adalah kita selalu mempunyai saldo akhir positif di RBE orang lain.

Saldo Negatif Lebih Menyolok
Apabila kita melihat account statement dari bank, kita bisa melihat bahwa transaksi negatif akan dibuat sedemikian rupa lebih mencolok, baik dengan tinta merah pada jaman dahulu, atau diberi tanda kurung, diberi tanda negatif, atau dipertebal. Demikian pula RBE, secara tidak sadar saldo negatif lebih berkesan. Tidak heran apabila sepasang suami istri yang sudah berumah tangga 10 tahun akan bisa menyebutkan hal yang tidak menyenangkan yang dilakukan pasangannya 10 kali lebih banyak daripada hal yang menyenangkan. Demikian pula ada pepatah yang mengatakan,”Hujan sehari menghapuskan panas setahun.” Karena itu, maka kita harus sadar bahwa kita harus jauh lebih banyak menyetor saldo positif pada RBE orang lain untuk mengimbangi saldo negatif yang mungkin sesekali tidak terhindari kita lakukan.

Bunga (Interest) Terbalik
Rekening di bank akan memberikan bunga pada tabungan kita dan membebankan bunga pada pinjaman kita. Itu berarti saldo positif kita akan bertambah positif sesuai dengan pertambahan waktu, dan sebaliknya saldo negatif akan bertambah negatif. Tetapi dalam rekening bank emosi, bunga yang terjadi adalah terbalik. Seiring dengan bertambahnya waktu, saldo positif kita akan berkurang positifnya dan saldo negatif juga akan berkurang negatifnya, sehingga mendekati saldo akhir netral atau nol. Ini berarti bahwa walaupun kita sudah mempunyai saldo positif di RBE orang lain, kita harus tetap mengisi rekening kita dengan saldo positif secara berkala, agar saldo akhirnya tetap positif. Di lain pihak, apabila kita mempunyai saldo negatif di RBE orang lain dan tidak ada interaksi berikutnya, setelah beberapa lama orang tersebut akan melupakannya. Ini berarti apabila kita mencurigai bahwa saldo negatif kita yang membuat seseorang menghindari kita, berhentilah menghubunginya untuk beberapa lama, kemudian temuilah dia seperti Anda baru bertemu pertama kali, jangan mengungkit-ungkit pertemuan yang lalu. Berita baiknya adalah, apapun kesalahan Anda, waktu akan memaafkannya, Anda masih punya kesempatan memperbaiki kesalahan Anda. Ingat pepatah yang menyebutkan,”Time will heal.”

Pengaruh Lingkungan
RBE dapat pula diisi oleh orang lain, selain Anda sendiri. Bayangkan apabila si A yang Anda kenal baik bercerita pengalaman buruknya dengan si B yang juga Anda kenal, tentu sedikit banyak penilaian Anda terhadap si B akan terpengaruh, demikian pula bila si A bercerita hal positif tentang si C, maka Anda akan ikut menambah RBE positif si C di diri Anda.
Implikasinya adalah, apabila Anda berusaha menanamkan RBE positif pada semua orang, bukan hanya pada segelintir orang, maka hasil yang didapat akan lebih maksimal, karena orang-orang tersebut akan bertukar informasi yang makin menambah RBE positif Anda di mereka.

Penutup
Masa sekarang adalah masa ‘networking’, di mana orang dengan network yang luas akan jauh lebih mudah berhasil dibandingkan dengan orang yang networknya terbatas. Network tentunya adalah orang-orang yang mau mendukung dan bekerjasama dengan Anda untuk kesuksesan Anda, orang-orang yang memiliki RBE positif tentang Anda. Karena itu mari kita terapkan prinsip-prinsip RBE (Rekening Bank Emosi) agar Anda dapat membina network Anda dengan baik, dan dengan demikian sukses Anda akan lebih cepat dan lebih besar, dalam dunia bisnis maupun pribadi.

published at Media Kawasan Sunter, Kelapa Gading, Puri Indah, edisi Juni 2006

Life Begins at 40, a Picture of Life

Apa sih bedanya umur 40 sama umur 39 (some of us are still 39) dan umur 41 (some of us may be a year ‘more advanced’ than me)? Tidak beda banyak kan? Life is a continuum, so umur 40 sebenernya cuma kelanjutan dari umur 39, dan di perjalanan menuju 41. Lha, kalo umur 40 gak banyak beda dengan umur 39, umur 39 juga gak banyak beda dengan umur 38, dan seterusnya. Jadi umur 40 gak banyak beda dengan waktu kita lulus SMA umur 18-19 tahun? Ya…beda bangett… Malah some of us sekarang sudah punya anak sekolah di SMA, kalo dibilang gak beda mungkin sudah lama kita gak nengok cermin.
Umur 40 memang tidak terlalu istimewa kalo dilihat bahwa tidak banyak beda dengan umur 39 tahun dan umur 41 tahun, tapi bisa jadi istimewa kalo mau dibikin istimewa.. kalo mau dilihat sebagai milestone dari hidup kita…so keistimewaannya ada di pikiran kita, mau gak kita buat jadi istimewa. Istimewa apa sih? Istimewa dalam arti we take a picture of our life at 40, frame it, compare with the previous milestones, and as another picture to compare at our next milestone. Apa sih our previous milestones? Buat gua, the previous milestones were when I earned my Medical Doctor degree, when I got married, and when my first child was born. Those time were the starts of significant changes in my life.
As the 40th birthday passed by, I took a reflection of my life. See what I’ve gone through, see the future years left before I die, and see the present life. Yes, maybe this is right at the middle of my time in the world. I have passed 40 years, maybe I will have another 40 years to go before I die. For the 40 years I have spent, I have tasted the sweetness out of the bitterness. Sounds paradox, but it’s not. It’s just like how good a glass of water tastes when you are very thirsty. I started from ‘thirsty’ condition, and made it through now that I can have maybe not just a glass of just water but ice water. Still a lot to go, still have dreams to be realized. Thank God, that it means life is still challenging.
So, what am I doing at the middle of my life? I have a full variety of activities and a wonderful life. I have wonderful projects full of challenges, exciting personal life, a great family life, and a nice social life like socializing with you all and with my other friends. Personally, thank God I’m healthy, still look young –younger than average look of man at 40-, and handsome (he..he..maybe my mirror is not flat), quite athletic body (just back to gym after over 15 years no sport), but just a little bald –thanks to my testosterone-. Work life, so variety, an employee with freedom, an entrepreneur, a trainer, a lecturer, a medical doctor, a contributor for magazine, a radio talk host. Although I often have to come home late at night for those, I don’t feel bad. The good thing is that I seldom have to set my alarm clock off to wake me up in the morning. I can wake up late and enjoy my morning, since most of my appointment I set at the earliest 9.30am so I don’t have to rush in the morning, except my radio talk that starts at 8am. My family life is enjoyable. My wife is a doctor with flexible time to take care my kids. My kids are so cute and cheerful. When I am home and on weekends, I enjoy the time being together with them. Can’t describe the feeling watching them laugh together, playing with them, cuddling them, answering their amazing questions. It’s just so precious time that not until they went to bed shall I start working again, even sometimes until over midnight, like writing this note. It’s just I feel don’t spend enough time for my mother, whom I love very much, the person that should take all the credits of what I am now, the candle of my life.
I am just taking a picture of my milestone at 40, and share it with you without intention to boast. Hope you have a wonderful life like me, or even better.